Kegiatan peternakan di Desa Bestari merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan sebagai sarana edukasi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Bestari yang berlokasi di Kampung Kangboi, Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (29157), tepatnya di Jalan Raya Tanjung Uban–Tanjung Pinang No. 36, RT 03/RW 02, Dusun II, pada titik koordinat sekitar 1.0730764° Lintang Utara dan 104.5431792° Bujur Timur. Kegiatan peternakan ini dirancang tidak hanya sebagai usaha produktif, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak sekolah, remaja, dan masyarakat sekitar dalam memahami dasar-dasar pemeliharaan hewan ternak secara baik dan berkelanjutan.
Program peternakan di Desa Bestari berada di bawah pimpinan Ari Nur yang secara aktif membina dan mengembangkan sistem peternakan berbasis edukasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai aspek peternakan, mulai dari perawatan hewan ternak, pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pengelolaan hasil peternakan. Selain memberikan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan serta makhluk hidup.
Jenis ternak yang dipelihara di Desa Bestari terdiri atas berbagai jenis unggas dan ternak kecil, seperti ayam kampung, ayam kate, ayam hias, itik, dan beberapa jenis ternak lainnya yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Ayam kate dan ayam hias dipelihara tidak hanya sebagai ternak produktif, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengenalan keanekaragaman unggas kepada pengunjung dan peserta pelatihan. Sistem pemeliharaan dilakukan secara sederhana namun tetap memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kenyamanan lingkungan agar hewan dapat tumbuh dengan baik dan sehat.
Kondisi lingkungan Desa Bestari yang memiliki suhu relatif panas serta lahan berbatu bauksit menuntut penerapan sistem peternakan yang adaptif dan efisien. Oleh karena itu, kandang dibuat dengan sirkulasi udara yang baik serta memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh. Dalam pengelolaannya, Ari Nur bersama tim peternakan Desa Bestari juga mulai menerapkan pendekatan modern seperti pengaturan jadwal pemberian pakan, pemisahan kandang berdasarkan jenis dan usia ternak, serta pemanfaatan limbah organik untuk menjaga kebersihan dan mendukung kelestarian lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan peternakan ini, Desa Bestari diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan peternakan berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Kegiatan peternakan tidak hanya dipandang sebagai usaha ekonomi semata, tetapi juga sebagai sarana pendidikan praktis yang mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pembangunan masyarakat yang mandiri serta berkelanjutan.