Loading...

Profil Pertanian

Kegiatan Pertanian

Desa Bestari

Kegiatan pertanian di Desa Bestari merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan sebagai sarana edukasi, pelatihan keterampilan, dan penguatan ketahanan pangan lokal. Program ini dilaksanakan di Desa Bestari yang berlokasi di Kampung Kangboi, Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (29157), tepatnya di Jalan Raya Tanjung Uban–Tanjung Pinang No. 36, RT 03/RW 02, Dusun II, pada titik koordinat sekitar 1.0730764° Lintang Utara dan 104.5431792° Bujur Timur. Kegiatan pertanian ini dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak sekolah, remaja, dan masyarakat sekitar untuk mengenal praktik pertanian yang sesuai dengan kondisi lingkungan lokal.

Program pertanian di Desa Bestari berada di bawah pimpinan Almeira Zocha yang secara aktif membina dan mengembangkan sistem pertanian berbasis edukasi dan kemandirian masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pertanian mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen. Selain menanamkan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya sektor pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kondisi lahan di wilayah Desa Bestari didominasi oleh tanah berbatu bauksit dengan kandungan tanah gambut yang minim serta suhu lingkungan yang relatif panas. Karakteristik tersebut menyebabkan tingkat kesuburan tanah cukup rendah sehingga diperlukan pemilihan tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi lahan keras dan kering. Oleh karena itu, tanaman seperti nanas, karet, serta beberapa tanaman buah dan tanaman keras menjadi komoditas yang banyak dibudidayakan karena memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat.

Dalam pengelolaannya, Almeira Zocha bersama tim pertanian Desa Bestari menerapkan berbagai upaya peningkatan kualitas lahan secara bertahap melalui penggunaan pupuk organik, pemanfaatan kompos alami, dan penerapan teknik konservasi sederhana. Sistem pertanian yang diterapkan memadukan metode tradisional dengan pendekatan modern. Teknik konvensional seperti pengolahan lahan manual tetap dipertahankan, sementara inovasi seperti pengaturan jarak tanam, penggunaan bibit unggul, dan sistem penyiraman yang lebih efisien mulai diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan ini, Desa Bestari diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran pertanian berbasis masyarakat yang mampu menumbuhkan semangat kemandirian, kreativitas, dan kepedulian lingkungan bagi generasi muda. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan bercocok tanam semata, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, pengembangan keterampilan hidup, serta upaya membangun ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.